Health
Masalah Kesehatan Dari Obesitas Atau Kelebihan Berat Badan

Masalah Kesehatan Dari Obesitas Atau Kelebihan Berat Badan

Seringkali orang menyalahkan junk atau makanan olahan sebagai penyebab masalah obesitas mereka. Jika seseorang memiliki berat badan lebih dari 20% dari berat badan normalnya dengan mempertimbangkan tinggi badannya, maka dia dianggap sebagai orang yang mengalami obesitas.

Namun, perlu diingat bahwa tidak setiap orang yang mengalami obesitas pasti mengalami semua masalah kesehatan ini. Selain itu, risiko terkena masalah kesehatan meningkat, jika seseorang di keluarga Anda mengalaminya.

Simak beberapa masalah kesehatan yang berhubungan dengan obesitas atau orang yang kelebihan berat badan.

  1. Masalah Jantung

Kelebihan lemak dapat membuat seseorang lebih cenderung memiliki tekanan darah tinggi dan peningkatan kadar kolesterol. Kedua kondisi ini merupakan alasan utama dibalik terjadinya berbagai jenis masalah jantung atau stroke. Untungnya, bahkan menurunkan sedikit berat badan dapat mengurangi kemungkinan terkena masalah jantung atau stroke. Anda dapat menurunkan kemungkinan masalah jantung hanya dengan kehilangan sekitar 10% dari berat badan Anda.

  1. Diabetes Tipe 2

Mayoritas orang yang terkena diabetes tipe 2 menderita obesitas. Anda dapat mengambil berbagai langkah untuk mengurangi kemungkinan terkena diabetes tipe 2, seperti,

  • Dengan menurunkan berat badan
  • Pola makan seimbang
  • Olahraga teratur
  • Tidur cukup

Jika Anda sudah mengidap Diabetes Tipe 2, maka Anda bisa mengontrol kadar gula darah dengan tetap lebih aktif secara fisik dan dengan menurunkan berat badan juga. Lebih aktif secara fisik berarti Anda memerlukan lebih sedikit obat untuk mengendalikan diabetes Anda.

  1. Penyakit Kantung Empedu

Jika seseorang kelebihan berat badan, maka kemungkinan terkena infeksi kandung empedu dan batu empedu lebih tinggi. Di luar dugaan, penurunan berat badan itu sendiri, apalagi penurunan berat badan yang cepat atau penurunan berat badan yang berlebihan, bisa membuat Anda lebih rentan terkena batu empedu. Namun, Anda cenderung tidak terkena batu empedu jika Anda menurunkan berat badan sekitar 1 atau 2 kilogram per minggu.

  1. Kanker

Cukup mengejutkan mengetahui bahwa berbagai jenis kanker yang berhubungan dengan bagian tubuh seperti usus besar, payudara, ginjal, endometrium, dan esofagus terkait dengan obesitas. Beberapa pemeriksaan dan penelitian telah melihat hubungan antara kanker kandung empedu, pankreas, ovarium, dan masalah obesitas.

  1. Osteoartritis

Osteoartritis adalah masalah persendian yang menyerang pinggul, punggung, atau lutut pasien. Karena kelebihan berat badan, tekanan ekstra diberikan pada persendian, yang akhirnya merusak tulang rawan. Anda dapat mengurangi stres pada punggung bawah, lutut, dan pinggul hanya dengan memilih penurunan berat badan, yang juga dapat memperbaiki kondisi osteoarthritis Anda.

  1. Asam urat

Persendian seseorang dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ini. Masalah ini terjadi ketika ada kelebihan jumlah asam urat dalam darah, yang akhirnya berubah menjadi bentuk kristal yang disimpan di persendian. Anda akan terkejut mengetahui bahwa asam urat mempengaruhi lemak atau obesitas lebih banyak dibandingkan dengan orang sehat. Faktanya, kemungkinan terkena asam urat meningkat jika seseorang kelebihan berat badan. Namun, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter jika Anda sudah menderita asam urat dan berencana menurunkan berat badan.

  1. Sleep Apnea

Memang sleep apnea berhubungan dengan masalah obesitas. Sleep apnea merupakan masalah pernapasan yang berkembang menjadi masalah mendengkur yang mengganggu pernapasan saat tidur. Apnea tidur sering kali menjadi penyebab kantuk di siang hari dan meningkatkan kemungkinan terkena stroke atau masalah jantung. Namun, penurunan berat badan yang tepat dapat meningkatkan apnea tidur secara signifikan.